Juli 25, 2008
Anehnya para tokoh LSM di Indonesia masih bersedia menerima guyuran dollar dari pemerintah yang tangannya berlumur darah. Sama anehnya, Presiden SBY bisa ditekan dalam soal HAM oleh anggota Kongres Amerika yang sebenarnya harus bertanggung jawab dalam penyerangan Iraq dan penjara Guantanamo.
Amran Nasution, Penulis Direktur Institute for Policy Studies.
Leave a Comment » |
coretan, opini |
Permalink
Ditulis oleh usamah
Juli 10, 2008
Bolehkah estetika abai etika? Ini memang bukan tentang pornografi. Secara normal, saya tidak dapat menghubungkan pariwisata dengan berbikini atau memang otak saya yang dangkal. Yang konon katanya acara ini salah satu usaha memajukan pariwisata di Indonesia.
Kalau kita bertanya lebih kritis lagi: Bangga kah rakyat Indonesia jika sang puteri menang? …hanya pertanyaan katrok.
Sesungguhnya alasan seni hanya kedok, jika boleh jujur, alasan utamanya tetap ekonomi!
Padahal, wanita adalah alat utama kapitalis menjejakkan kakinya dalam suatu negeri. Wanita adalah “Evangelist” pemasaran produk-produk hedonisme. Perhatikan saja, hampir tidak ada iklan yang yang tidak dibintangi oleh wanita.
Postingan katrok ini bukan untuk menyerang, sekedar berpendat. No offense!
Note: Gambar diambil dari surya.co.id dan telah saya brush.
Mudah-mudahan isu “sang puteri” pindah kuliah dari ITS ke london school benar adanya.
Leave a Comment » |
coretan, opini |
Permalink
Ditulis oleh usamah
Juli 9, 2008
Mestinya, kalau betul Presiden SBY menjalankan politik luar negeri bebas aktif, Kongres Amerika itu harus diberitahu bahwa tangan mereka berlumuran darah orang Iraq. Karena persetujuan merekalah Presiden Bush bisa menyerbu Iraq. Karena persetujuan mereka pula sampai sekarang penjara Guantanamo masih kukuh berdiri. Anggota Kongres kayak begitu kok mau bicara HAM, apalagi menekan seorang Presiden negara berdaulat. Kenyataannya itu terjadi.
–Amran Nasution–adalah Direktur Institute for Policy Studies
Leave a Comment » |
opini, quote |
Permalink
Ditulis oleh usamah
Juli 4, 2008
Siapa yang berhak menjustifikasi seseorang itu teroris atau bukan? Apakah Densus 88 Antiteror?
Mengapa orang yang dianggap teroris itu nama-namanya berbau Islam? Ada apa di balik semua itu? Mengapa GPK (di Papua) atau RMS (di Ambon) tidak pernah dianggap teroris?? Padahal jelas sekali aksi mereka! Ini bukan pertanyaan bodoh, sekedar ingin keluar dari hegemoni pemberitaan yang berat sebelah. Saya baca atau lihat berita masih terdapat perkataan yang masih berbau pendapat/opini, seperti :konon katanya…, diduga…., dsb. Apakah itu sudah menjadi fakta??
Sekedar catatan, Densus 88 Antiteror itu adalah bentukkan AS. Dan mereka yang diduga teroris itu orang2 yang kritis-jika tidak mau dikatakan antipati- terhadap kebijakan-kebijakan AS.
Lihat saja Munarman, Ust. Abu Bakar, Habib Riziek dlsb. Apa yang diperjuangkan Munarman? Cari tahu sendiri lah :d
Dan yang terakhir, kasus di Sumatera Selatan…..
Jangan2 media massa, polisi dlsb sudah menjadi kaki-tangan kapitalis di negeri tercinta ini??
Ayo, sama-sama keluar dari Illusions of opinion of mass-media!! (* Apa yak artinya? Maklum baru belajar english tingkat FUNDATION* ) Jangan mau kita didikte oleh mass media yang sarat kepentingan..please!
Benar-benar dagelan politik yang luar “BINATANG” gak lucunya.
Leave a Comment » |
antiteror, opini |
Permalink
Ditulis oleh usamah