Beranda » opini » Teror Plumpang

Teror Plumpang

Start here

Oleh: Fauzan Al-Anshari 

Isu terorisme kembali menyeruak setelah sekian lama sepi dari pemberitaan. Tertangkapnya sejumlah orang di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang dituduh sebagai teroris oleh Densus 88 menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi, konon, yang dijadikan target adalah Depo BBM di Plumpang. Pasalnya, penangkapan tersebut terjadi beberapa hari menjelang Jaksa Agung mengumumkan hari H eksekusi Amrozi cs. Ada apa di balik penangkapan itu. Benarkah mereka adalah teroris?

Bezuk Amrozi Cs 

Jumat, 17 Oktober 2008, saya bersama rombongan keluarga Amrozi dari Lamongan, keluarga Imam Samudera dari Serang, dan tim pengacara muslim (TPM) mengunjungi Amrozi cs di Lapas Batu, Nusa Kambangan. Di lapas, Amrozi cs sudah menunggu. Kami langsung bersalaman dan melepas kerinduan. Siapa pun yang melihat raut wajah ketiganya pasti tidak percaya bahwa tidak ada sedikit pun rasa takut akan datangnya hari H eksekusi tersebut. 

Malah, secara khusus mereka meminta kepada para pembesuk untuk menyampaikan klarifikasi yang menyangkut isu pancung. Mereka berkata bahwa tidak ada sedikit pun tebersit dalam hati mereka untuk memilih hukuman pancung atau apa pun terkait rencana eksekusi tersebut. Sebab, mereka berdalih, jika mereka memilih, berarti mengakui hukum KUHP yang disebutnya hukum thaghut (setan).

Karena itu, mereka menegaskan bahwa ajalnya tidak bergantung oleh eksekusi mati, hakim, atau siapa pun. Bahkan, hakim yang memvonis mati mereka sudah mati duluan. Sedangkan jaksa penuntutnya, yakni Urip Tri Gunawan, terlibat kasus suap Rp 6 miliar yang mencoreng nama Kejaksaan Agung. 

Mereka bertiga memberikan warning kepada eksekutornya, baik regu tembaknya maupun para petingginya sampai presiden SBY, bahwa mereka yang mendukung eksekusi tersebut hukumnya murtad dan akan di-qishosh (dibalas) oleh mujahidin dalam maupun luar negeri atau melalui tangan Allah SWT secara langsung.

Ketika saya tanya dalilnya, Mukhlas menjawab dengan mengutip pendapat Imam Ibnu Taimiyah. “Jika ada orang Islam membunuh orang Islam karena rebutan dunia seperti harta, tahta, atau wanita, hukumnya dosa besar. Sedangkan jika orang Islam membunuh muslim karena perjuangannya membela agama Islam, orang Islam itu jatuh murtad dan wajib dibunuh jika tidak bertobat. 

“Ancaman” mereka inilah yang langsung direspons petinggi polri. Tidak lama kemudian muncullah berita penangkapan “teroris” Kelapa Gading tersebut.

Target Aneh 

Saya heran mengapa Densus 88 langsung memvonis bahwa target utama kelompok Kelapa Gading adalah Depo BBM di Plumpang. Ini aneh karena baru kali ini sasarannya bukan aset atau kepentingan asing. Mengapa yang menjadi target berubah menjadi aset bangsa Indonesia yang sangat vital dan menyangkut hajat hidup orang banyak? 

Apakah ini rekayasa tuduhan keji atau pengalihan target agar masyarakat bertambah benci terhadap para tersangka itu? Ini “permainan” yang sangat berbahaya.

Saya heran, mengapa khusus kasus terorisme tersangkanya langsung divonis sebagai teroris? Padahal, yang berwenang menentukan dia itu teroris atau bukan adalah pengadilan. Inilah yang disebut trial by the public opinion.Yakni, memvonis seseorang itu sebagai bersalah melalui pembentukan opini, bukan lewat pengadilan. 

Perlakuan terhadap tersangka pun tampak sewenang-wenang seperti kaki terborgol. Bandingkan dengan koruptor Syamsul Nursalim yang mencuri uang rakyat Rp 47 triliun. Anaknya, Antoni Salim, justru diantar ke Istana SBY oleh Gories Mere dan Sutanto di atas karpet merah.

Pertanyaan pun bermunculan. Mengapa berita penangkapan itu muncul menjelang eksekusi Amrozi? Apakah hal tersebut kelak akan dimanfaatkan sebagai bukti bahwa “ancaman” Amrozi cs benar-benar akan dilaksanakan? Atau itu cuma sekadar sensasi untuk meraup kembali bantuan dolar Amerika? 

Apa Amerika masih sanggup membantu Densus 88 dan satgassus bom-nya dengan kucuran dolar untuk memerangi terorisme, sementara mereka sendiri sedang kolaps? 

Mengapa Nordin M. Top belum juga tertangkap? Apakah dia sudah ke Syiriah seperti yang pernah disampaikan Komandan Densus 88 Brigjen Suryadarma yang dimuat Assosiated Press (AP)? Padahal, susunan organisasi kepemimpinan Densus 88 terbilang paling lama tidak berubah. Goris Mere masih tetap mengontrol penuh pasukan khusus antiteroris tersebut walaupun dia kini menjadi Khalakhar BNN. 

Mengapa tidak ada tour of duty di organisasi kepemimpinan Densus 88? Mengingat masa kerjanya sudah lebih lima tahun, namun belum berhasil menangkap Nordin M. Top? Jadi, untuk apa Densus 88 dipertahankan kalau kinerjanya buruk?

Ancaman atau Proyek? 

Terorisme adalah proyek global AS untuk menguasai sumberdaya alam dunia. Melalui the global war on terrorism (G-WOT) Amerika membangun koalisi palsu untuk menghukum negara-negara yang tidak mau tunduk pada kepentingan AS. Afganistan dan Irak menjadi korban. Iran dan Syiriah akan menyusul diserang. Sedangkan Korea Utara sudah dicabut dari daftar the axis of evil karena telah mengikuti semua agenda AS.

Saya sempat mengatakan kepada Amrozi bahwa ancaman mereka bisa dimanfaatkan agen AS untuk membangun kembali isu terorisme yang akhir-akhir ini mulai pudar seiring runtuhnya hegemoni AS. 

Jika benar eksekusi nanti terlaksana lalu ada “pembalasan” seperti pengeboman atau ditemukannya sejumlah bahan peledak, saya yakin itu akan dikaitkan dengan Jamaah Islamiyah dan sangat mungkin akan kembali dikaitkan dengan Ustad Abubakar Ba’asyir. 

Bila tidak ada “pembalasan”, itu pun akan dimanfaatkan untuk membuat “pembalasan” palsu yang diatasnamakan sebagai bukti balas dendam mereka. Dunia memang penuh intrik.

Sekali lagi, isu terorisme adalah proyek AS untuk menguasai dunia. Secara sederhana, Mukhlas menjelaskan kepada para pembesuk bahwa teroris itu ada dua. Pertama, teroris yang baik, yaitu kami (Amrozi cs) karena kerjanya menakut-nakuti musuh Islam.

Kedua, teroris buruk, yakni Amerika dan sekutunya yang suka mengancam dan menakut-nakuti orang Islam yang mau menegakkan syariatnya. Sekarang tinggal pilih, mau ikut Amerika atau “teroris”?

Fauzan Al-Anshari , direktur Lembaga Kajian Strategis Islam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: